Website Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta

Contact Info

Kabupaten Purwakarta

Data Kasus COVID-19

Senin, 25 Januari 2021
service
icon

Kontak Erat

Aktif                : 686 Orang
Discarted       : 2106 Orang
Total                : 2792 Orang

service
icon

Suspek

Aktif                : 382 Orang
Discarted       : 1232 Orang
Total                : 1614 Orang

service
icon

Konfirmasi

Aktif                : 427 Orang
Selesai            : 2731 Orang
Total                : 3280 Orang

service
icon

Meninggal

Konfirmasi    : 122 Orang
Porbable        : 20 Orang
Total                : 142 Orang

Daftar Rumah Sakit Rujukan

Berikut ini adalah rumah sakit yang menjadi rujukan untuk pasien dengan status Pasien dalam Pengawasan. Anda harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu seperti klinik/rumah sakit umum sebelum akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit di bawah ini.

RS. Thamrin

Jl. Raya Bungursari No.36, Cibening, Kec. Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41181

RS. Siloam Purwakarta

Jl. Raya Bungursari No.1, Cibening, Kec. Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41181

RS. Bayu Asih

Jl. Veteran No.39, Nagri Kaler, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41115

Berita Terbaru

Baru Ditambahkan

Image
Rabu, 20 Januari 2021 15:35

Ada Peningkatan Suspect DBD, Dinas Kesehatan Purwakarta Minta Warga Proaktif Lingkungan

Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, mewaspadai adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan menurut pantauan dari pihak Dinas Kesehatan, terdapat 76 orang tersuspect DBD dan jumlah ini meningkat dari 2018. "Masih diduga dan belum positif 76 orang ini apakah memang terkena DBD atau bukan, yang pasti pancaroba seperti ini ya harus mulai waspada juga," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta Muh Zubaedi, Rabu (23/1/2019). Peningkatan tersebut berdasarkan data 2018 lalu, Setidaknya ada 263 orang di Purwakarta yang memiliki gejala demam berdarah. Sedangkan untuk Bulan Januari 2018, Zubaedi menyebut hanya ada 30an orang yang dilaporkan DBD. "Mungkin karena cuaca saat ini lebih ekstrim dibandingkan tahun lalu. Tapi tidak ada laporan DBD yang mengakibatkan kematian," ucapnya. Pada awal tahun ini, yang paling banyak warganya terdeteksi gejala DBD ialah di Kecamatan Bungursari dan Pasawahan, yang didominasi oleh orang dewasa. Sedangkan pada 2018, wilayah Kecamatan Munjul lah yang paling banyak terdeteksi gejala DBD. Wilayah yang berpotensi menjadi penyebaran DBD itu di area perkotaan, padat penduduk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kurang. "Adanya genangan air, jarang melakukan gerakan menutup, menguras, dan mengubur (3M). Oleh karena itu masyarakat sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan," ujarnya.  Dirinya meminta agar masyarakat, untuk terus menjaga kondisi lingkungan khususnya sekitar rumah, karena memasuki pancaroba jentik nyamuk DBD mudah berkembang cepat. "Ada peningkatan, karena perubahan cuaca saat ini yang kadang panas dalan waktu lama, terus hujan tiba-tiba. Keadaan itu bisa menjadi penyebab hidupnya jentik nyamuk," ujarnya. Dinkes pun telah mengirimi surat ke semua rumah sakit maupun Puskesmas di wilayah Purwakarta. Untuk sosialisasi melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terutama di lingkungan masyarakat. Seperti halnya melakukan: menutup, menguras, dan mengubur (3M) secara rutin. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu gerakan satu rumah satu Jumantik (G1R1J), disarankannya untuk kembali dioptimalkan untuk mengurangi jumlah kasus DBD. "Pengurangan kasus DBD yang paling efektif itu ialah masyarakatnya sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan, peka terhadap kondisi lingkungannya," kata Zubaedi. Adapun fogging focus itu adalah tahap terakhir dari pihaknya untuk memberantas nyamuk. Sebab, pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri, menurutnya adalah langkah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah kasus DBD. "Kesadaran masyarakat perlu, untuk pencegahannya," ucapnya. Sementara ini terdapat 40 petugas yang mewakili seluruh Puskesmas di Purwakarta itu nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain tugasnya pun memantau warga secara berkala, khususnya daerah yang memiliki potensi berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. "Kita terus tingkatkan sosialisasinya, bahkan pokja ataupun petugas terus kita kerahkan untuk segera lakukan pemantauan," kata dia. (*)

Image
Rabu, 20 Januari 2021 15:51

Jumlah Ambulance di Purwakarta Belum Maksimal

Baru memiliki 66 armada ambulance, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mengatakan hal tersebut belum ideal dalam memaksimalkan pelayanan. Menurut Dinkes idealnya satu desa memiliki ambulance dan puskesmas memiliki dua ambulance. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono, mengatakan, 66 armada itu tersebar di desa dan puskesmas.  Untuk ambulance desa, jumlahnya baru 45 unit. Sedangkan, ambulans puskesmas baru 20 unit. Serta Pemadam Kebakaran 1 unit. "Bisa dikatakan belum ideal,dengan armada 66 unit," ujar Rudi, ketika ditemui di Purwakarta. Kamis (14/3/2019). Jika merujuk pada jumlah desa/kelurahaan di Purwakarta 192, menurutnya harus ada 192 armada, adapun untuk hari ini berjumlah 45 unit dan dikelola oleh pihak desa. Adapun untuk jumlah puskesmas yang ada di Purwakarta ada 20 titik. Padahal angka ideal untuk puskesmas harus memiliki 2 unit  Ambulance, menurut Rudi dua unit tersebut merujuk apabila salah satu ambulance dipakai contohnya apabila dipakai untuk membawa pasien ke luar Purwakarta. "Kalau ada permintaan dari warga tidak bingung apabila mencari armada tersebut, bisa diaktakan satunya lagi siaga kendaraan tersebut," ujar Rudi. Angka ideal unit ambulance, menurut Rudi berdasarkan soal pengaduan kesehatan dari masyarakat, baik melalui Diskominfo melalui call center 112 ataupun langsung melalui Dinas Kesehatan. karena hampir 90 % pengaduan layanan kesehatan diantaranya kebutuhan akan ambulance. Untuk memaksimalkan pelayanan tersebut, pada 2019 ini pihaknya mengusulkan untuk penambahan ambulans. Adapun usulannya, sebesar Rp 2,1 miliar untuk membeli tujuh unit ambulans baru. Ambulans yang diusulkan itu, sudah termasuk fasilitas kesehatan. Seperti, blankar, tabung oksigen dan lainnya. "Kita sudah usulkan, tetapi usulan tersebut disetujui atau tidak kami kurang tahu, karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujar Rudi. Rudi menjelaskan banyaknya keluhan masyarakat dalam layanan ambulance desa, dirinya menjelaskan kewenangannya ada di pemerintahan desa setempat. Sebab, ambulans tersebut sudah dihibahkan dari sekertariat daerah ke pemerintahan desa. "Pemeliharaan sampai mengurus pajak ambulansnya, hal itu sudah jadi kewenangan pemerintah desa setempat. Jika, ambulans yang ada di puskesmas, hal itu baru menjadi kewenangan pihaknya," jelas Rudi. Banyaknya laporan terkait permintaan kepada Diskominfo, Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, mengatakan, pihaknya mengusulkan supaya ada satu ambulans yang siaga di depan kantor Diskominfo. Alasannya, selama ini pengaduan masyarakat, langsung tersentral ke ogan lopian yang dikelola oleh instansi ini. "Kami, sering kesulitan koordinasi untuk meminjam ambulans. Padahal, warga mengeluhnya ke kami. Jadi, kami usulkan minta satu ambulans yang siaga di Diskominfo," ujarnya. Adapun selama ini menurut Hendra yang responsif dari dari Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. Ketika, sopir ambulans yang lain nomor hp-ny tidak aktif, sopir ambulans Desa Kembangkuning selalu on 24 jam. "Saat kami hubungi tengah malam juga, Abah Engkong Efa sopir ambulansnya selalu siap. Kami, sangat terbantu dengan sopir seperti abah ini," jelas Hendra. (*)


Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home2/u12265nzp/domain/dinkes.purwakartakab.go.id/dinkes.purwakartakab.go.id/web/system/libraries/Session/drivers/Session_files_driver.php on line 267