Website Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta

Contact Info

Berita

Image
Senin, 22 Februari 2021 08:16

Forkopimda Purwakarta Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan jajaran Forkopimda serta sejumlah perwakilan dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda jalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua pada program vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Purwakarta Kota, Jalan Siliwangi, Kamis (18/2/2021).   Dalam keterangannya, Ambu Anne mengatakan, ada penambahan pasokan vaskin Covid-19 ke Purwakarta yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan lansia yang masih memenuhi persyaratan untuk divaksin. Menurutnya, pada tahap pertama dosis kesatu pihaknya menerima vaksin sebanyak 3.920 vial. Untuk dosis kedua ini, Purwakarta mendapat tambahan, jumlahnya menjadi 4.080 vial. "Hari ini kita laksanakan vaksinasi dosis kedua bagi yang sudah melaksanakan dosis pertama pada 4 Februari 2021 lalu. Sebanyak 3.804 vial dosis pertama sudah diberikan kepada tenaga kesehatan dan pelayan publik. Termasuk dua orang dari kawan-kawan media," kata Ambu Anne. Selain itu, jajarannya juga tengah melakukan pengumpulan data untuk vaksinasi Covid-19 tahap kedua dosis kesatu yang akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan ini. Dengan sasaran ASN, TNI, Polri, pedagang pasar dan pengemudi angkutan umum. "Data yang sudah masuk terdapat guru sebanyak 3.000 orang, ASN sebanyak 3.500 orang, ditambah jajaran TNI dan Polri. Data tersebut sudah diajukan kepada pemprov jabar," tuturnya.   Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan   Ambu Anne juga mengatakan, untuk mengatasi pandemi ini, masyarakat juga diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dari sisi teknis, jajarannya juga tetap melaksanakan operasi yustisi sebagai upaya menurunkan dan mencegah penyebaran Covid-19. "Seluruh jajaran Satgas Covid-19 tetap siaga sampai dengan 23 Februari 2021 mendatang, agar dipantau sampai tingkat bawah dengan harapan angka penyebaran dapat menurun," ujarnya. Kata dia, vaksin Covid-19 tidak berbeda dengan vaksin lainnya. Tapi, semua orang harus tetap melakukan protokol kesehatan setelah vaksin karena masih berada di tengah pandemi. Apalagi, seseorang diklaim baru bisa mendapatkan kekebalan yang efektif setelah mendapat suntikan dosis kedua vaksin. Jadi, semua orang masih harus memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan tangan. "Vaksin bekerja untuk memanfaatkan respons tubuh melawan virus. Jadi, hindari tugas atau aktivitas apapun yang bisa mengganggu kinerja vaksin dalam tubuh setelah disuntikkan. Usahakan hindari stres, cukup tidur, tetap aktif secara fisik dan jaga pola makan. Kita juga diberikan link khusus agar para medis bisa memantau perkembangan orang yang telah disuntik vaksin," ujarnya.   Diketahui, sebelum vaksinasi, Ambu Anne juga mengecek pelaksanaan Posko PPKM Mikro di Kelurahan Nagri Kaler. Ia juga memastikan agar di posko tersebut dilengkapi media center yang sudah dilengkapi dengan data-data dan sistem aplikasi Purbakesa yang terhubung dengan seluruh rumah sakit dan Puskesmas. (*)   Sumber Berita : Klik Link Berikut

Image
Selasa, 02 Februari 2021 14:57

Peringati HUT Korpri & Dharma Wanita, Bupati Purwakarta : Kesehatan Bekal Utama Dalam Beraktifitas

Lomba Senam Kreasi diselenggarakan untuk memperingati HUT Korpri ke 48 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 20 tingkat Kabupaten Purwakarta. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan, tujuannya menggelar lomba senam kreasi ini untuk meningkatkan kesehatan para ibu dharma wanita.  "Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh peserta yang ikut lomba senam ini. Dengan diselenggarakannya lomba senam ini bertujuan untuk menjadi pondasi bagi penguatan ketahanan keluarga, mulai dari sehat fisik, jasmani, dan rohani," Ujar Anne saat ditemui di Gelanggang Olah Raga Purnawarman Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purwakarta, Selasa (26/11/2019). Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan setiap tahunnya. Selain untuk memberikan motivasi kepada semua masyarakat Purwakarta. "Saya berharap kegiatan seperti ini terus berjalan. Mereka (dharma wanita) kan memiliki tagline memasyarakatkan olah raga, dan mengolah ragakan masyarakat. misinya memiliki sdm yang kuat dan handal, kuncinya harus dimulai dari sehat. ketika semuanya sehat kemudian bisa beraktivitas, ibu – ibu bisa melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan baik," Katanya. Selain itu, bupati yang akrab disapa Ambu Anne ini mengatakan dengan kondisi tubuh yang sehat bisa berdampak positif terhadap aktivitas sehari – hari. "Kesehatan juga berpengaruh terhadap produktifitas, seperti bekerja dan lainnya. Selain itu anak yang sehat bisa menyerap dengan baik pembelajaran nya," Jelas Anne. Hal yang sama disampaikan oleh panitia pelaksana yang merupakan ketua Dharma Wanita Persatuan Disporaparbud, Euis Risnawati Agus Hasan. Ia mengatakan, selain ajang silaturahmi, lomba senam kreasi ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dalam berolah raga. "Dalam memperingati HUT Korpri dan HUT Dharma Wanita kami menggelar berbagai perlombaan, seperti lomba tumpeng, garnis dan senam kreasi. Tujuannya, untuk silaturahmi anggota DW, kemudian menggali kreasi didalam berolah raga, khususnya senam agar tidak ada kejenuhan, dan tetap semangat. Seperti slogan kami, sehat ibunya, sehat keluarganya," Ujarnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 13:41

Ciwangi jadi Pusat Kesehatan Hewan (PUSKEWAN)

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) lakukan pembinaan kesehatan hewan ternak dan peliharaan yang  dipusatkan  di Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari. Layanan Kesehatan Hewan (Puskewan) bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat pemeriksaan hewan ternak.   "Pemeriksaan kesehatan hewan bukan hanya di kantor saja, kebanyakan kegiatan dilapangan dan kita juga siapkan Puskewan. Masyarakat juga bisa datang untuk perawatan hewan ternak dan hewan peliharaannya," ujar Sekretaris Diskanak Purwakarta, Ade Muhamad Amin ketika dihubungi melalui sambungan selularnya. Minggu (9/9/2018).   Bahkan untuk mencegah Endemic penyakit hewan ternak dan peliharaan, pihak Diskanak sudah mensosilalisasikan kepada masyarakat, bahkan sudah melakukan vaksinasi antrak yang berada di daerah endemic antrak diantaranya meliputi Kecamatan Cibatu, Campaka, Bungursari, BBC, dan Maniis.   "Untuk sekarang tidak ada antrak tapi kita harus tetap waspada, sudah 10 tahun lebih. Terakhir kasus itu kasus burung unta, itu juga tahun 20 tahun yang  lalu," kata Ade.   Sementara untuk proses pemberian vaksin antrak tidak diperbolehkan diluar daerah endemic antrak dikarenakan bisa mengakibatkan penyakit. "Untuk pemberian vaksin antrak tahap satu pada bulan Januari dan Februari kalau tahap dua Juli dan Agustus," tuturnya.   Program Citarum Harum   Diskanak juga tengah fokus untuk mensukseskan agenda Citarum kembali bersih. Program tersebut bertemakan Citarum Harum. Program nasional untuk membuat sungai Citarum kembali bersih. "Untuk sekarang lagi perikanan kegiatan Citarum Harum, supaya memfungsikan kembali air Citarum jernih sesuai arahan pemerintah pusat," ucapnya.   Perihal Citarum Harum tersebut akan membahas juga tentang pembenahan Kolam Jaring Apung (KJA) di Bendungan Jatiluhur dan Cirata, dalam Perpres tertuang zero KJA.   "Di Perpres tidak ada bersih KJA, menzerokan KJA harus bertahap. kalau menyangkut usaha pembersihan  harus beres. Sehingga  kewenangannya dilimpahkan ke Satgas Pangdam Jaya," kata Ade.   Bahkan koordinasi terus dilakukan, terutama dengan  Kodim Purwakarta sebagai lead sector di Purwakarta. "Kalau koordinasi jelas, kita hanya sebatas teknis sosialisasi Citarum Harum, karena kita bagian dari sub tim," tambah Ade

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:56

Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Hewan

Dalam rangka memperingati World Veterinary Day (WVD) atau Hari Dokter Hewan Dunia tahun 2018 ini, Dinas Perikanan & Peternakan Kabupaten Purwakarta mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Hewan kepada masyarakat pemilik hewan, baik hewan ternak maupun hewan peliharaan di Kabupaten Purwakarta.  Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta drh. Sri Wuryasturati, M.Si. kegiatan ini bisa terlaksana atas kerjasama Dinas Perikanan dan Peternakan dengan pihak swasta yaitu sekitar 15 dokter hewan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Peserta yang mendaftar tercatat 52 orang dan rata-rata peserta membawa 1 sampai 8 hewan peliharaannya ke tempat acara dilaksanakan.  Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan berupa konsultasi, pemeriksaaan, pengobatan dan vaksinasi gratis baik pada hewan ternak maupun pada hewan peliharaan atau hewan kesayangan seperti kucing, anjing, musang, burung dan hewan lainnya. Untuk acara pemeriksaan hewan kesayangan dilaksanaksanakan di area Car Free Day (CFD) Situ Buleud kabupaten Purwakarta, sedangkan untuk pemeriksaan hewan pangan, petugas mendatangi pasar di mana daging hewan dijual dan memeriksa hewan tersebut sebelum dijual belikan. Untuk acara sosialisasi, materi yang diberikan berupa tips cara memilih telur dan daging yang bagus dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.  Menurut drh. Sri Wuryasturati M.Si, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari hari minggu sampai selasa (29 April sampai 1 Mei 2018). Kegiatan bakti sosial ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat pemilik hewan terbukti dengan antusiasnya para pemilik hewan membawa peliharaannya ke acara tersebut, bahkan ada yang membawa 8 binatangnya untuk diperiksa oleh petugas. Mereka juga merasa senang karena keberadaan komunitas mereka mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah.  Ketika ditanya mengenai kendala, drh. Sri Wuryasturati M.Si menyebut bahwa kendala saat ini berupa ketidak tersediaan tempat yang memadai untuk acara seperti ini bisa dilaksanakan dengan aman. Kenapa perlu tempat khusus ?, karena seperti pada kegiatan kali ini ternyata masyarakat ada yang membawa hewan-hewan langka dan berbahaya seperti buaya, ular sanca dan ular cobra. Hal ini tentu perlu tempat yang khusus dan tidak bercampur dengan acara olahraga masyarakat di tempat Car Free Day. Tapi adanya hewan langka dan berbahaya ini menjadi hiburan tersendiri bagi para peserta maupun masyarakat luas yang kebetulan hadir di area Car Free Day Situ Buleud Purwakarta. Masih menurut drh. Sri Wuryasturati M.Si, masyarakat bisa membawa hewan kesayangannya untuk diperiksa tiap hari tanpa harus menunggu acara WVD ini. Mereka bisa membawa hewan peliharaannyanya ke Pukeswan atau Pusat Kesehatan Hewan yang berlokasi di Desa Ciwangi Kecamatan Babakan Cikao secara gratis. (Rus)

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:51

Bupati Purwakarta Minta Perusahaan untuk Daftarkan Warga menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Penjabat Bupati Purwakarta, M. Taufiq Budi Santoso meminta perusahaan yang ada di kabupaten purwakarta membantu warga purwakarta untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Selain mendaftarkan, perusahaan ataupun badan usaha lainnya yang ada di purwakarta, bisa menanggung pembayaran iuran BPJS warga purwakarta itu, setiap bulannya melalui program CSR yang ada di perusahaan tersebut. “Jadi prinsipnya adalah gotong royong ya, warga disekitar perusahaan yang belum tercover di BPJS karena kesulitan ekonomi maka perusahaan melalui CSR nya agar bisa membantu. Karena ini wujud kepedulian kita terhadap mereka (warga) di purwakarta.”, pinta Taufiq di hadapan perwakilan badan usaha di purwakarta saat digelar Forum sosialisasi program CSR bersama BPJS Kesehatan di bale nagri pemkab Purwakarta, senin pagi (14 mei 2018). Untuk mensukseskan program Donasi JKN-KIS ini, Taufiq menargetkan pada akhir tahun 2018, perusahaan telah menyerahkan daftar keluarga warga purwakarta yang didaftarkan dan ditanggung program CSR ke dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Tentunya menurut taufiq, dukungan dari instansi terkait seperti dinas ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bisa maksimal dalam mensosialisasikan program ini kepada perusahaan yang ada di purwakarta. “Pemda akan melihat kontribusi ini dari perusahaan, sejauhmana kepeduliannya kepada warga purwakarta terutama yang kesulitan ekonomi dan berada di lingkungan perusahaan. Jadi, akhir tahun targetnya berapa yang bisa dicover ikut bpjs kesehatan oleh perusahaan.”, tutup Taufiq. Di purwakarta sendiri, perusahaan yang beroperasi aktif tercatat ada sekitar 740 perusahaan. Sementara warga purwakarta yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS kesehatan tercatat sebanyak 231.906 jiwa dari total penduduk 905.585 jiwa. Henny Nursanty, kepala kantor cabang BPJS Purwakarta menyebut, dari 231.906 jiwa yang belum terdaftar BPJS kesehatan itu, 132.445 jiwa diantaranya tergolong warga kurang mampu. Untuk itu, sasaran dari program Donasi JKN-KIS di purwakarta adalah menyasar warga kurang mampu tersebut. “Tapi dari jumlah 132.445 jiwa ini sudah terdaftar 63.766 jiwa, itu dari warga kurang mampu sesuai data yang kami dapatkan dari dinas terkait di purwakarta, termasuk penerima rastra. Tapi kan tadi dari total penduduk purwakarta masih ada 231.906 jiwa. Ini yang terus kita sasar. Target kita akhir tahun ini minimal 223 ribu jiwa ya yang bisa diselesaikan.”, jelas Henny kepada awak media. Sementara itu, Perwakilan perusahaan dari Nippon Paint, Asep mengapresiasi BPJS Kesehatan yang memiliki program Donasi JKN-KIS ini. Pasalnya, manfaat yang dirasakan warga peserta BPJS tentu akan membantu meringankan biaya dan memudahkan mendapatkan fasilitas kesehatan ketika peserta BPJS tersebut mengalami sakit atau kecelakaan. Namun, Asep meminta BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan baik pelayanan kepesertaan maupun pelayanan saat peserta BPJS berada di rumahsakit. Menurutnya, tak sedikit kasus yang terjadi peserta BPJS tidak mendapatkan pelayanan yang baik di rumahsakit. “Tak sedikit karyawan kita yang mengeluh juga pelayanan saat di rumah sakit, ada ruang perawatan penuh, ada yang dirawat tidak sesuai kelas kepesertaan. Ini harus bisa diantisipasi, termasuk BPJS menyiapkan petugasnya baik di rumahsakit maupun saat libur panjang. Ini penting untuk saling melayani, karena kami pun perusahaan telah membayarkan iuran BPJS karyawan.”, ungkap Asep. Di purwakarta terdapat 11 rumahsakit, 3 diantaranya tipe B, yaitu RSUD Bayu Asih, RS Thamrin dan RS Siloam, sisanya tipe C. Seluruh rumah sakit ini telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani peserta BPJS. Namun, nampaknya 11 rumahsakit ini belum bisa melayani maksimal terutama untuk kebutuhan rawat inap dari pasien peserta BPJS Kesehatan purwakarta yang mencapai lebih dari enam ratus ribu jiwa. “Jadi memang tentu masalah ya, ketersediaan ruang perawatan di rumahsakit. Apalagi, di Siloam itu hampir 30persen pasien dari BPJS nya berasal dari luar purwakarta, ada dari subang dan karawang.”, tutup Henny

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:47

Disdik Purwakarta Akan Jamin Asuransi Kesehatan dan Tenaga Kerja Guru Honorer

Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, hari ini akan mengupayakan 2.400 guru honorer Di Purwakarta di 2019 dijamin asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja. "Insya Allah 2019 nanti kita perjuangkan asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja untuk guru honorer di Purwakarta," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto dalam pelantikan Forum Komunikasi Honorer KII di Bale Yudishira Purwakarta,Jumat (3/8/2018). Asuransi tersebut, menurut Purwanto sebagai penghormatan dan perlindungan bagi guru honorer yang selama ini, mengabdi dalam mendidik siswa. "Membantu pemda dalam ditengah kekurangan guru masih mau melakukan proses pengajaran, ya itu salah satu kami untuk meningkatkan kesejahteraanya," ujar dia. Purwanto pun menuturkan bahwa anggaran terbatas. Akan tetapi, para guru honorer harus diperjuangkan, salah satu caranya adalah mengupayakan asuransi dan dana stimulan di 2019. "Kemampuan anggaran kita terbatas tetapi kita berupaya apa yang bisa kita penuhi, kita perjuangkan asuransi dan kalau memungkinkan dana stimulan 2019 nanti," tuturnya. Disdik sendiri menganggarkan asuransi kesehatan dan tenaga kerja sebesar Rp. 3,6 Milyar, yang hari ini sudah masuk pembahasan di DPRD Purwakarta. "Masih dalam pembahasan di Dewan, termasuk dana stimulan tadi jadi asuransi tersebut untuk 2400 guru honorer yang mengajar di bawah naungan Pemkab Purwakarta, kita doakan semoga hal ini segera terealisasi," kata dia

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:40

Anggaran Dikurangi Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa (JAMPIS) Tetap Bergulir

Pemkab Purwakarta melalui Dinas Kesehatan tetap mempertahankan program Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa (Jampis). Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Rudi Hartono, Jampis sendiri merupakan brand dan program unggulan dalam pelayanan kesehatan warga Purwakarta. "Alasan kami tetap pertahankan karena Jampis, merupakan salah satu program unggulan yang sudah ada sebelum pemerintah pusat mengeluarkan program BPJS Kesehatan," ungkap Rudi melalui sambungan teleponnya di Purwakarta. Jumat (4/1/2018). Akan tetapi menurutnya, Jampis untuk tahun - tahun selanjutnya bisa saja tidak bisa digulirkan kembali. Hal itu terlihat dari menurunnya anggaran Jampis setiap tahunnya serta adanya kewajiban seluruh masyarakat mengikuti BPJS Kesehatan dari pemerintah pusat. "Karena ada aturan dari pusat agar seluruh masyarakat wajib mengikuti BPJS Kesehatan, karena sekarang pun anggaran Jampis di kurangi," ujar dia. Pihaknya pun menargetkan masyarakat Purwakarta yang kategori kurang mampu bisa masuk 100 % dalam program BPJS Kesehatan, terlebih Universal Health Coverage (UHC) Purwakarta belum mencapai 95 %. "Sekitar 80 persen warga yang baru terintegrasi, tapi kedepan kita targetkan 100 persen dan Pemkab sudah menyiapkan pembayaran premi masyarakat miskin di 2019 ini," kata Rudi. Untuk mengcover premi BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu di 2019, sekitar Rp. 14 Milyar telah disiapkan, sedangkan untuk Jampis ada penurunan hanya Rp. 12,5 Milyar yang disiapkan dan menurun dibandingkan 2018 lalu. "84. 541 jiwa yang kita cover di 2019 untuk pembayaran premi BPJS Kesehatan, kalaupun untuk Jampis setiap tahunnya anggaran ada penurunan," ucapnya. Sebelumnya, Kepala Bappeda Purwakarta Tri Hartono mengungkapkan, Jampis masih dipertahankan karena bisa mengcover masyarakat yang belum memiliki BPJS, selain itu dengan adanya pembagian share pembayaran BPJS Kesehatan antara Daerah dan Pemerintah Provinsi. "Ada Sharing 40 persen ditanggung Provinsi dan 60 persen oleh kabupaten, " Kata Tri menjelaskan beberapa waktu yang lalu

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:36

Ada Peningkatan Suspect DBD, Dinas Kesehatan Purwakarta Minta Warga Proaktif Lingkungan

Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, mewaspadai adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan menurut pantauan dari pihak Dinas Kesehatan, terdapat 76 orang tersuspect DBD dan jumlah ini meningkat dari 2018. "Masih diduga dan belum positif 76 orang ini apakah memang terkena DBD atau bukan, yang pasti pancaroba seperti ini ya harus mulai waspada juga," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta Muh Zubaedi, Rabu (23/1/2019). Peningkatan tersebut berdasarkan data 2018 lalu, Setidaknya ada 263 orang di Purwakarta yang memiliki gejala demam berdarah. Sedangkan untuk Bulan Januari 2018, Zubaedi menyebut hanya ada 30an orang yang dilaporkan DBD. "Mungkin karena cuaca saat ini lebih ekstrim dibandingkan tahun lalu. Tapi tidak ada laporan DBD yang mengakibatkan kematian," ucapnya. Pada awal tahun ini, yang paling banyak warganya terdeteksi gejala DBD ialah di Kecamatan Bungursari dan Pasawahan, yang didominasi oleh orang dewasa. Sedangkan pada 2018, wilayah Kecamatan Munjul lah yang paling banyak terdeteksi gejala DBD. Wilayah yang berpotensi menjadi penyebaran DBD itu di area perkotaan, padat penduduk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kurang. "Adanya genangan air, jarang melakukan gerakan menutup, menguras, dan mengubur (3M). Oleh karena itu masyarakat sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan," ujarnya.  Dirinya meminta agar masyarakat, untuk terus menjaga kondisi lingkungan khususnya sekitar rumah, karena memasuki pancaroba jentik nyamuk DBD mudah berkembang cepat. "Ada peningkatan, karena perubahan cuaca saat ini yang kadang panas dalan waktu lama, terus hujan tiba-tiba. Keadaan itu bisa menjadi penyebab hidupnya jentik nyamuk," ujarnya. Dinkes pun telah mengirimi surat ke semua rumah sakit maupun Puskesmas di wilayah Purwakarta. Untuk sosialisasi melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terutama di lingkungan masyarakat. Seperti halnya melakukan: menutup, menguras, dan mengubur (3M) secara rutin. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu gerakan satu rumah satu Jumantik (G1R1J), disarankannya untuk kembali dioptimalkan untuk mengurangi jumlah kasus DBD. "Pengurangan kasus DBD yang paling efektif itu ialah masyarakatnya sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan, peka terhadap kondisi lingkungannya," kata Zubaedi. Adapun fogging focus itu adalah tahap terakhir dari pihaknya untuk memberantas nyamuk. Sebab, pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri, menurutnya adalah langkah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah kasus DBD. "Kesadaran masyarakat perlu, untuk pencegahannya," ucapnya. Sementara ini terdapat 40 petugas yang mewakili seluruh Puskesmas di Purwakarta itu nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain tugasnya pun memantau warga secara berkala, khususnya daerah yang memiliki potensi berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. "Kita terus tingkatkan sosialisasinya, bahkan pokja ataupun petugas terus kita kerahkan untuk segera lakukan pemantauan," kata dia

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:33

Bangun Kesehatan Masyarakat, Pemkab Purwakarta Dorong Sinergitas Kesehatan Antar Sektoral

PLT Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Nurhidayat akan terus mendorong Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bisa menjadi pusat kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan masyarakat diantaranya membangun sinergi lintas sektor. "Kesehatan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tapi tanggung jawab bersama kedepan sinergitas lintas sektor dalam membangun kesehatan akan kita perkuat," ujar Nurhidayat, ketika di temui di Purwakarta. Jumat (8/2/2019). Salah satunya, dengan loka karya mini per triwulan yang diadakan oleh Puskesmas. Menurutnya melalui lokakarya bisa memperkuat komitmen dalam membangun kesehatan masyarakat selain penguatan kader. "Peran ada kader lintas sektor sinergi kita bagus, penanganan lintas desa, yaitu desa siaga, ingin ada responsif cepat kader harus terlatih, kampung KB bisa menjadi bentuk sinergi seperti di Pasir Munjul," ungkapnya. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Sukatani, Neni Ruhyawati. Sinergitas lintas sektor pelayanan dan kebutuhan kesehatan masyarakat bisa terpantau, apalagi pihaknya membangun komitmen kesehatan lintas sektor. "Kita perkuat lintas sektoral, kesehatan masyarakat peran serta seluruh sektor, untuk membangun itu kita juga tanda tangani komitmen kesehatan lintas sektoral di wilayah Sukatani," ujarnya melalui pesan singkat. Hal itu menjadi bukti, bahwa Puskesmas Sukatani menjadi perwakilan Jawa Barat, bersama Bogor dalam lomba Puskesmas Tingkat Nasional. Puskesmas yang memiliki predikat ramah anak ini terus membangun komitmen berkisinambungan dalam memberikan pelayanan. "Kami tetap untuk berkomitmen kalaupun mendapatkan nilai atau akreditasi itu bukan tujuan anggap saja hasil kerja keras, bagaimanapun memberikan pelayanan terbaik dan membantu dalam menjaga kesehatan dan lingkungan masyarakat komitmen kami," ungkapnya.   Turunkan Brigade DBD   Sedangkan terkait DBD, Nurhidayat meminta agar masyarakat untuk sadar akan lingkungannya, sembari mengingatkan bahwa Fogging bukanlah akhir dari pemberantasan jentik nyamuk, termasuk sosialisasi melalui Brigade DBD. "Brigade DBD terus gencar dalam Pemusnahan Sarang Nyamuk, karena termasuk pencegahan, berikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan memperhatikan 3M Plus harus diperkuat itu juga,walaupun terkadang ada asumsi dengan Fogging bisa menyelesaikan padahal tidak selalu harus dengan fogging, yang jelas sadar akan kebersihan lingkungan," ujarnya. Walaupun ada peningkatan Pasien DBD, Nurhidayat mengklaim tidak termasuk KLB, apalagi memasuki Bulan Februari terdapat penurunan. Terlebih adanya Surat Edaran Bupati tentang menjaga lingkungan masyarakat. Selain itu, bagi masyarakat yang membutuhkan abate dipersilahkan datang ke layanan kesehatan ataupun Dinas Kesehatan, selain itu adanya Surat Edaran Bupati tentang menjaga lingkungan masyarakat. "Kasusnya naik pada awal tahun tapi masih di bawah KLB, bahkan mengalami penurunan memasuk Februari ini. Dan bagi masyarakat yang ingin Abate silahkan datang ke Dinas kesehatan," ujar dia

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:29

Komitmen Puskesmas Sukatani Dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan

Menjelang lomba Puskesmas tingkat nasional, Puskesmas kecamatan Sukatani lakukan loka karya mini triwulan. Loka karya tersebut selain meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga sebagai persiapan Puskesmas yang mendapatkan predikat ramah anak ini di ajang Nasional.   Kepala puskesmas kecamatan sukatani, Neni Ruhyawati mengatakan, dengan banyaknya dukungan dari lintas sektor Puskesmas Sukatani ini menjadi lebih inovatif sehingga Mampu melakukan inovasi-inovasi baru. "Kita persiapan mengikuti lomba tingkat nasional, juga peningkatan pelayanan kepada publik," ujar Neni ketika di Purwakarta. Senin (11/2/2019). Akan tetapi menurut Neni, fokus utamanya yaitu bukan sekedar mengejar nilai akreditasi. Akan tetapi, pola pelayanan kepada masyarakat sebagai tempat layanan kesehatan masyarakat harus terpenuhi. Selain membangun komitmen pelayanan kesehatan, pihaknya juga membangun sinergitas dengan menggandeng berbagai sektoral. “Kami tetap untuk  berkomitmen kalaupun mendapatkan nilai atau akreditasi itu bukan tujuan, anggap saja hasil kerja keras. Bagaimanapun memberikan pelayanan terbaik dan membantu dalam menjaga kesehatan dan lingkungan masyarakat ialah komitmen kami, “Ujarnya. Sementara itu, PLT Dinas Kesehatan Purwakarta, Nurhidayat akan terus mendorong Puskesmas bisa menjadi pusat kebutuhan masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan terkait kesehatan dengan baik. Di kecamatan sukatani sendiri terdapat posyandu yang terintegritasi, sehingga unggul di tingkat kabupaten dan provinsi. Dari berbagai macam pelayanan, Puskesmas ini melakukan pelayanan dengan menggunakan TKK (titip kanyaah kolot), yang mana petugas setiap harinya melakukan sosialisasi kesehatan terupdate terhadap pengunjung sambil menunggu antrian. Nantinya pengunjung mendapatkan informasi terkini terkait kesehatan dan mendapatkan suatu kadeudeuh yaitu suatu gelas 12 indikator. Yang mana didalamnya bagaimana pola hidup sehat masyarakat dengan adanya 12 indikator tersebut supaya masyarakat itu betul-betul sehat. "Dan puskesmas ini kedepannya akan melayani tidak hanya untuk orang yang akan berobat, tetapi untuk orang yang sehat dengan melakukan pencegahan, diantaranya program Titip Kanyaah Kolot", ujar Nurhidayat melalui sambungan teleponnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:25

Bupati Anne Launching Program Jampis Melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencover  54.086 warga termasuk 3 ribu marebot masjid melalui Keluarga Penerima Jaminan Kesehatan (JAMPIS) APBD Kabupaten Purwakarta melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, yang melaunching program tersebut merupakan bentuk ikhtiar Bupati Purwakarta bersama Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. "Program ini untuk mengcover seluruh  warga Purwakarta yang kurang mampu termasuk marebot masjid, karena mereka harus mendapatkan perhatian terutama dalam pelayanan kesehatan," ujar Bupati yang biasa disapa dengan Ambu Anne, dalam  Launching Keluarga Penerima Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa (Jampis) melalui Program JKN-KIS yang dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Gempungan. Di Desa Sindangpanon, Bojong Purwakarta. Rabu (13/3/2019). Anne pun menargetkan Universal Health Coverage (UHC) atau jangkauan jaminan kesehatan terus meningkat, terutama untuk masyarakat kurang mampu. Bahkan dirinya memiliki target 100 % UHC. Sedangkan untuk warga Purwakarta, baru  83 %  yang baru mengikuti program BPJS atau 767.917 jiwa dari 923.846 jiwa penduduk Purwakarta. Data tersebut merupakan data campuran baik yang dicover oleh pemerintah daerah, yang dicover perusahaan, mandiri, PNS dan lainnya. “Ada 17 % yang belum tercover untuk jaminan kesehatan. Kita Target untuk UHC harus 100 % sesuai dengan inpress harus 100 %.” Ujar Anne.  Selain menargetkan 100 persen UHC, Anne pun mengingatkan khususnya Dinas Kesehatan untuk terus melakukan cek dan ricek masyarakat yang menjadi prioritas, termasuk marebot. Sehingga program tersebut bisa tepat sasaran. "Inginkan tepat sasaran jadi verifikasi data harus benar dan sesuai prioritas," kata Anne. Sedangkan menurut Kepala BPJS Kesehatan cabang Kabupaten Purwakarta, Adiwan Qodar menuturkan walaupun belum seluruh warga Purwakarta memiliki jaminan kesehatan, tetapi cakupan Universal Health Coverage (UHC) bisa terwujud. Apalagi ada komitmen dan partisipasi Pemkab Purwakarta dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. "Kami berharap seluruh masyarakat bisa didaftarkan karena Purwakarta salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki komitmen dalam program jaminan kesehatan bagi warganya," ujar Adiawan di tempat yang sama

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:22

Dinas Kesehatan Purwakarta : Jumlah Ambulance di Purwakarta Belum Maksimal

Baru memiliki 66 armada ambulance, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mengatakan hal tersebut belum ideal dalam memaksimalkan pelayanan. Menurut Dinkes idealnya satu desa memiliki ambulance dan puskesmas memiliki dua ambulance. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono, mengatakan, 66 armada itu tersebar di desa dan puskesmas.  Untuk ambulance desa, jumlahnya baru 45 unit. Sedangkan, ambulans puskesmas baru 20 unit. Serta Pemadam Kebakaran 1 unit. "Bisa dikatakan belum ideal,dengan armada 66 unit," ujar Rudi, ketika ditemui di Purwakarta. Kamis (14/3/2019). Jika merujuk pada jumlah desa/kelurahaan di Purwakarta 192, menurutnya harus ada 192 armada, adapun untuk hari ini berjumlah 45 unit dan dikelola oleh pihak desa. Adapun untuk jumlah puskesmas yang ada di Purwakarta ada 20 titik. Padahal angka ideal untuk puskesmas harus memiliki 2 unit  Ambulance, menurut Rudi dua unit tersebut merujuk apabila salah satu ambulance dipakai contohnya apabila dipakai untuk membawa pasien ke luar Purwakarta. "Kalau ada permintaan dari warga tidak bingung apabila mencari armada tersebut, bisa diaktakan satunya lagi siaga kendaraan tersebut," ujar Rudi. Angka ideal unit ambulance, menurut Rudi berdasarkan soal pengaduan kesehatan dari masyarakat, baik melalui Diskominfo melalui call center 112 ataupun langsung melalui Dinas Kesehatan. karena hampir 90 % pengaduan layanan kesehatan diantaranya kebutuhan akan ambulance. Untuk memaksimalkan pelayanan tersebut, pada 2019 ini pihaknya mengusulkan untuk penambahan ambulans. Adapun usulannya, sebesar Rp 2,1 miliar untuk membeli tujuh unit ambulans baru. Ambulans yang diusulkan itu, sudah termasuk fasilitas kesehatan. Seperti, blankar, tabung oksigen dan lainnya. "Kita sudah usulkan, tetapi usulan tersebut disetujui atau tidak kami kurang tahu, karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujar Rudi. Rudi menjelaskan banyaknya keluhan masyarakat dalam layanan ambulance desa, dirinya menjelaskan kewenangannya ada di pemerintahan desa setempat. Sebab, ambulans tersebut sudah dihibahkan dari sekertariat daerah ke pemerintahan desa. "Pemeliharaan sampai mengurus pajak ambulansnya, hal itu sudah jadi kewenangan pemerintah desa setempat. Jika, ambulans yang ada di puskesmas, hal itu baru menjadi kewenangan pihaknya," jelas Rudi. Banyaknya laporan terkait permintaan kepada Diskominfo, Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, mengatakan, pihaknya mengusulkan supaya ada satu ambulans yang siaga di depan kantor Diskominfo. Alasannya, selama ini pengaduan masyarakat, langsung tersentral ke ogan lopian yang dikelola oleh instansi ini. "Kami, sering kesulitan koordinasi untuk meminjam ambulans. Padahal, warga mengeluhnya ke kami. Jadi, kami usulkan minta satu ambulans yang siaga di Diskominfo," ujarnya. Adapun selama ini menurut Hendra yang responsif dari dari Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. Ketika, sopir ambulans yang lain nomor hp-ny tidak aktif, sopir ambulans Desa Kembangkuning selalu on 24 jam. "Saat kami hubungi tengah malam juga, Abah Engkong Efa sopir ambulansnya selalu siap. Kami, sangat terbantu dengan sopir seperti abah ini," jelas Hendra

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:17

Pemkab Turunkan Tim Pengawas Kesehatan Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika melepas Tim pengawas kesehatan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Purwakarta agar langsung bertugas ke lapangan. Menurut Mojang Purwakarta 1999, ada 700 titik yang akan disasar oleh tim kesehatan khususnya pos - pos penjualan hewan kurban di seluruh Kabupaten Purwakarta. Apalagi proyeksi jumlah hewan kurban yang akan disembelih mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. "1500 sapi dan 5 ribuan domba, itu belum termasuk kerbau dan kambing, kalau ditotal proyeksi yang akan disembelih ada 7 ribu hewan kurban," ujar Anne di Aula Disnakan Kabupaten Purwakarta. Senin (5/8). Dengan diturunkannya tim pemeriksa kesehatan, Anne berharap kesehatan hewan kurban bisa terjamin untuk masyarakat Purwakarta, apalagi wilayahnya termasuk daerah lalu lintas hewan ternak. Bahkan dirinya meminta agar para penjual hewan kurban untuk bisa bekerja sama dan tidak menghalangi tim kesehatan dalam memeriksa hewan kurban yang dijual. "Kita hanya ingin memberikan jaminan keamanan dan kesehatan hewan kurban bagi masyarakat Purwakarta dan menjaga dari hal - hal yang tidak diinginkan," jelas Anne. Sedangkan menurut Kepala Disnakan Purwakarta, dr. Ita Sriwuryasturati mengatakan bahwa tim yang diturunkan sebanyak 100 orang, yang terdiri dari Disnakan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. "Selain internal kita juga dibantu dari eksternal yaitu dari tim perhimpunan dokter hewan," jelasnya. Untuk antisipasi sendiri, Sri mengatakan pihaknya tetap mewaspadai masuknya hewan ternak dari luar wilayah Purwakarta, hal tersebut bagian dari antisipasi menjelang Idul Adha. "Untuk antisipasi karena persiapan sudah lama, apalagi kan di kita ada pasar hewan jalur lalu lintas hewan ternak dari berbagai wilayah sehingga perlu ada kewaspadaan," jelasnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:14

Festival Maranggi 2020, Bupati Purwakarta: Pedagang Maranggi Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan di rumah makan atau warung sate maranggi di wilayah Kabupaten Purwakarta akan membuat para pengunjung merasa aman dan nyaman saat menyantap hidangan yang disediakan di rumah makan tersebut.   Demikian disampaikan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika disela pembukaan Festival Maranggi 2020 di areal Situ Wanayasa, Purwakarta, Kamis (24/12/2020). Menurutnya, ada lebih dari 400 pedagang sate maranggi di wilayah Kabupaten Purwakarta, hal ini merupakan potensi-potensi yang bisa digarap dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Meski didera pandemi, para penggiat kuliner maranggi ada juga yang tidak terdampak. "Geliat kuliner maranggi di Purwakarta masih tetap berjalan dinamis, bahkan cenderung meningkat dari sisi pendapatan, contohnya seperti rumah makan maranggi di bungursari. Meski pandemi rumah makan satenya malah tambah ramai, tapi mereka menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi para pengunjung dan karyawannya," ungkap Ambu Anne. Kata Ambu, Festival Maranggi 2020 ini digelar untuk memberikan motivasi pada para pelaku usaha sate maranggi di masa pandemi Covid-19 ini. Menurutnya ada sebagian pedagang maranggi yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi ini. "Festival ini juga merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Daerah kepada para pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta. Kita ketahui bersama bahwa sate maranggi telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Namun karena dalam situasi pandemi, festival ini pelaksanaannya kita batasi pesertanya dan tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ucap Ambu. Ia katakan berikutnya, festival ini bukan hanya soal mencari pemenang festival tapi lebih kepada mensupport para pedagang sate maranggi agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas dan rasa tersendiri sate marangginya, seperti maranggi Plered, Kiarapedes, Bojong, Purwakarta, Campaka dan Bungursari misalnya, semuanya enak dan lezat. "Jadi festival ini bukan soal mencari siapa pemenangnya atau siapa yang terbaik, tapi lebih kepada upaya untuk meningkatkan mendorong kreatifitas para pelaku usaha kuliner di purwakarta khususnya kuliner maranggi disaat pandemi ini. Tujuannya agar para wisatawan tetap dapat berkunjung dan menikmati wisata kuliner dan mengetahui bahwa para pedagang tetap menerapkan protokol kesehatan," demikian Ambu Anne. Sementara, Sekretaris Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar dalam keterangannya mengatakan, ada sekitar 58 pedagang maranggi dari berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta yang mengikuti Festival Maranggi 2020.   "Selain yang telah disebutkan ibu bupati, festival ini juga bertujuan melestarikan wisata kuliner sate maranggi. Dan dengan festival ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pedagang dalam rangka dukungan untuk upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi," demikian Heri Anwar

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:08

Pemkab Purwakarta Pastikan Pertokoan dan Pusat Perbelanjaan Jalankan Protokol Kesehatan New Normal

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan mampu menekan penularan Covid-19. Namun, di sisi lain juga menyebabkan berbagai aspek kehidupan ikut terdampak. Atas hal itu, di sejumlah wilayah, pemerintah memutuskan melakukan relaksasi penerapan PSBB atau penerapan normal baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk di pusat perbelanjaan dan pertokoan. Seperti di Kabupaten Purwakarta, nampak jajaran Forkopimda mendampingi Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada acara persiapan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Giant Purwakarta, Senin (1/6/2020). Dalam giat tersebut, Pemkab Purwakarta memastikan pertokoan dan pusat perbelanjaan memenuhi standar protokol kesehatan normal baru atau AKB. "Hal ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan aktivitas pemerintahan dan masyarakat selayaknya seperti kondisi sebelum pandemi covid-19. Inilah yang disebut dengan masyarakat produktif dan aman covid-19. Kami juga sedang menunggu surat keputusannya beserta petunjuk teknis. Intinya, kami selalu siapkan persiapan penerapan AKB ini meski belum sepenuhnya diterapkan," katanya, Senin (1/6/2020). Bupati juga mengatakan sidak ke pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan ini diharapkan dapat menjadi percontohan dalam penerapan AKB. Menurutnya, pusat perbelanjaan yang dia sidak ini sudah bagus dengan telah mencapai 90 persen kesiapannya. "Supermarket ini sudah bagus sudah 90 persen siap AKB dengan protokol kesehatan yang ketat. Nanti kami (gugus tugas) akan keluarkan sertifikat bagi pelaku usaha supermarket atau minimarket," ujarnya. Warga masyarakat pun diminta bupati untuk tak lagi khawatir karena supermarket tersebut sudah layak dikunjungi. Ketika disinggung terkait pembukaan tempat wisata di fase AKB atau new normal, Anne Ratna Mustika menegaskan tempat wisaya dibuka secara bertahap pada 7 Juni. "Awalnya kami buka wisata kuliner setelah itu tempat wisata lainnya akan bertahap dibuka," ujarnya. Sementara Store Manager Giant, Sardiyono mengungkapkan pihaknya memang sudah setiap hari memperhatikan penerapan protokol kesehatan dan memastikan prosedural berkaitan dengan pencegahan Covid-19. "Kami sudah lakukan step by step sampai ke area belakang. Sehingga saat adanya kunjungan ibu bupati hari ini tak ada kendala di toko kami karena kami dan tim selalu memastikan seluruh prosedural baik dari pemerintah pusat, daerah atau dari ritel supermarket selalu kami lakukan 100 persen," ujarnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:03

Pastikan Kondisi Kesehatan, Ambu Anne Siap Dites Sweb

Wabah virus corona sudah cukup memprihatinkan. Bahkan, sejumlah pemimpin daerah, seperti Wali Kota Bogor, Bima Arya; Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan terbaru Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana dinyatakan telah positif terjangkit Covid-19 itu. Masyarakat di Kabupaten Purwakarta, ternyata cukup merasa was-was juga. Mereka khawatir, pimpinan daerah mereka yang tak lain Bupati Anne Ratna Mustika juga terjangkit. Terlebih, sebagai kepala daerah, Ambu Anne dipastikan sering berinteraksi dengan masyarakat luas. Untuk menjawab hal itu, Ambu Anne mengaku, pihaknya bersiap untuk melakukan pemeriksaan tes Sweb terkait penyakit yang tengah mewabah ini. Tak hanya itu, mulai hari ini pihaknya telah memutuskan untuk mengisolasi diri di kediaman pribadi sembari menunggu pemeriksaan kesehatan tersebut. "Sedang menunggu alatnya. Nanti saya, wakil bupati, sekda hingga seluruh kepala dinas akan lakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Anne. Selama masa isolasi, Anne menjelaskan, kegiatan pemerintahan dan koordinasi kedinasan akan dilakukan secara virtual melalui video conference. Termasuk, terkait penanganan covid dengan satuan tugas khusus. "Saya harap masyarakat tetap tenang. Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Purwakarta. Semoga, saya dan seluruh masyarakat dalam keadaan sehat," harapnya. Sementara itu, Ketua Studi Purwakarta, Hikmat Ibnu Aril menuturkan, warga di wilayah ini dipastikan cukup was-was setelah Bupati Karawang dinyatakan positif Corona. Maka dari itu, dirinya berharap Ambu Anne bisa segera memeriksakan diri untuk memastikan apakah terpapar juga atau tidak. Apalagi, bupati selama ini turut aktif dalam kegiatan pencegahan covid 19 itu. "Tentunya, sebagai masyarakat Purwakarta kami semua berharap bupati kita sehat-sehat saja. Karena, masyarakat saat ini sangat membutuhkan kehadiran Ambu," ujar Aril. Dalam hal ini, pihaknya berharap jajaran pemkab untuk tetap konsisten dalam melakukan pencegahan wabah virus tersebut. Sejauh ini, dirinya sangat mengapresiasi upaya-upaya strategis yang dilakukan Ambu Anne dan jajarannya untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 itu

Image
Selasa, 02 Februari 2021 10:00

Kepesertaan BPJS Kesehatan Warga Purwakarta Capai 90 Persen

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melansir, kepesertaan warga di Kabupaten Purwakarta yang telah terlindungi jaminan kesehatan angkanya cukup tinggi, mencapai 90 persen dari jumlah penduduk. Bahkan, angka tersebut sudah mendekati target jika merujuk Universal Health Coverage (UHC). "Di awal tahun ini, kepesertaan warga Purwakarta untuk ikut BPJS Kesehatan sudah diangka 90 persen dari jumlah penduduk yang ada. Artinya, hanya tinggal 5 persen lagi dari target UHC," ujar kepala Cabang BPJS Kesehatan Karawang, Debbie Nianta Musigiasari, saat kunjungan kerja ke Kantor Bupati Purwakarta, Jumat (17/1). Debbie menjelaskan, angka kepesertaan asuransi kesehatan ini ada kenaikan sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun ini, pihaknya kembali melibatkan pemerintah daerah setempat supaya target 5 persen lagi bisa terelisasi. "Mudah-mudahan di 2020 ini target yang ditetapkan UHC ini bisa tercapai," katanya. Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengklaim, tingginya kepesertaan warganya untuk ikut BPJS kesehatan ini, juga karena memang selama ini pemerintahannya turut konsen untuk mendorong masyarakat yang belum tercover asuransi kesehatan. Bahkan, khusus warga kurang mampu pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran agar tercover jaminan kesehatan. Salah satunya, dengan memfasilitasi masyarakat yang belum tercover asuransi kesehatan supaya bisa menjadi peserta BPJS. Dalam hal ini, pemerintah yang membayarkan premi BPJS mereka menggunakan APBD. "Ikhtiar kami di sektor kesehatan, yakni melalui program jaminan kesehatan gratis masyarakat. Caranya dengan membantu membayarkan premi bagi warga yang belum ikut kepesertaan atau tercover BPJS," kata Ambu Anne. Hingga akhir tahun kemarin, lanjut Anne, jumlah warga kurang mampu yang telah tercover oleh BPJS kesehatan tersebut sudah ada sekitar 84 ribu jiwa. Itu yang terdata di Dinas Kesehatan. Belum lagi, guru honorer, guru ngaji dan marbot yang selama ini tercover di Dinas Pendidikan. "Kalau diakumulasikan, anggaran yang kita siapkan untuk premi BPJS ini lebih dari Rp 35 miliar di tahun ini. Alokasi anggaran sebesar itu, merupakan sharing dari APBD provinsi dan kabupaten. Termasuk sumber lainnya," tuturnya. Dengan begitu, sambung dia, angka kepesertaan yang mencapai 90 persen itu merupakan jumlah penduduk Purwakarta yang telah tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan. Tapi, bukan hanya yang dibiayai oleh pemerintah, melainkan ada juga yang dibiayai swasta dan mandiri. "Kalau merujuk jumlah penduduk, hanya tinggal sekitar 54 ribu jiwa lagi yang belum tercover asuransi kesehatan. Makanya, di 2020 ini kami akan mendorong supaya mereka bisa menjadi peserta Program Jaminan kesehatan Pemerintah," demikian Ambu Anne

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:56

Protokol Kesehatan Wajib Diterapkan oleh Panitia Kurban dan Jama’ah Idul Adha

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengimbau panitia kurban atau DKM dalam pelaksanaan salat Idul Adha dan teknis pembagian daging kurban mesti menerapkan protokol kesehatan, seperti disediakannya wastafel dan meminta jama’ah untuk membawa sajadah masing-masing. "Tentu yang ikut salat Idul Adha berjama’ah mereka yang dalam kondisinya sehat. Kalau beresiko tinggi tertular, seperti anak-anak atau orang sakit tak diperkenankan ikut di manapun salat idul adha di gelar sekalipun dalam ruangan," ujarnya, Kamis (30/7) di Pos Pam Cikopo. Sementara, untuk teknis pembagian daging kurban masa pandemi ini, agar dilakukan secara door to door oleh panitia kurban dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. "Untuk menghindari kerumunan, jika jumlah hewan kurbannya banyak, tidak dipotong sekaligus. Bisa hari berikutnya dilakukan. Bisa di dua atau tiga harikan proses pemotongannya," ujar Anne. Anne juga mengaku dirinya akan melaksanakan Salat Idul Adha di halaman Masjid Agung Baing Yusuf. Dia pun menyebut tahun ini menyerahkan 8 ekor sapi untuk kurban.   "Hewan kurbannya saya sebar ke Kecamatan Purwakarta 4 ekor, Kecamatan Maniis, Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Bungursari, dan Kecamatan Campaka masing-masing 1 ekor," ujarnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:48

Bupati Purwakarta Cek Protokol Kesehatan Tempat Wisata di Ujung Timur Purwakarta

Memasuki era "New Normal" ditengah pandemi Covid19, Bupati Purwakarta cek protokol kesehatan tempat wisata di ujung timur Purwakarta. Ia didampingi tim gugus tugas percepatan penanganan Covid19 Purwakarta mengunjungi beberapa kategori tempat wisata. Diantaranya, wisata kuliner Sate Pareang, wisata edukatif Balai Penyuluh Pertanian Kebun Ambu, dan wisata alam Pasir Lang-lang Panyawangan yang berada di Kecamatan Kiarapedes. "Pertama saya mengunjungi tempat wisata ujung aspal (Pasir lang-lang Panyawangan), bagi kalian yang senang berekspresi dengan alam, tempat ini sangat cocok. Udaranya segar karena dikelilingi hutan pinus yang asri," Ujar Anne saat berada di Pasir Lang-lang Panyawangan Desa Pusaka Mulya, Rabu (24/06/2020). Menurutnya, tempat wisata ini sudah bisa dibuka kembali untuk menerima kunjungan wisatawan.  "Alhamdulillah, pengelola tempat wisata ini sudah menyediakan alat untuk melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari cek point pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan tempat mencuci tangan di pintu masuk tempat wisata ujung aspal ini," Katanya. Selain itu, fasilitas umum seperti tempat ibadah, toilet umum dan tempat sampah sudah tertata dengan baik. Sehingga, untuk penerapan protokol kesehatan, tempat ini sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan, saat menghadapi era New Normal ini.  "Iya sudah bisa menerima pengunjung kembali. Tetapi saya kembali mengingatkan agar pengunjung selalu berhati-hati terhadap sebarang Covid19 ini, selalu menggunakan masker dan sering mencuci tangan agar kita terhindar dari Covid19," Imbuhnya. Selain tempat wisata itu, Anne pun merekomendasikan tempat wisata edukatif Kebun Ambu untuk kembali dibuka. "Sebelumnya, saya menyempatkan diri mengunjungi kebun AMBU, yang juga terletak di Kecamatan Kiarapedes, tepatnya di Desa Garokgek. Disana, kita bisa berwisata sambil belajar menanam sayuran, dan juga memetik beberapa sayuran yang sudah siap panen," Tambahnya.  Terakhir, Bupati yang akrab disapa Ambu Anne mengunjungi tempat wisata kuliner andalan yang ada di Kecamatan Kiarapedes ini, apalagi kalau bukan sate maranggi Pareang, yang terletak di Desa Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:44

Bupati Purwakarta Cek Protokol Kesehatan Ponpes Hadapi New Normal

Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah pandemi Covid19, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika cek kesiapan Pondok Pesantren di Purwakarta dalam penerimaan santri baru. "Alhamdulillah siang tadi berkunjung ke pondok penantren Al Irfan, di Desa Mekar Galih Kecamatan Jatiluhur dan juga Pondok Miftahul Ulum Desa Babakan Cijambe, Kecamatan Darangdan mengecek protokol kesehatan yang mereka terapkan, apakah ada atau tidak di ponpes ini," Ujar Anne usai berkunjung Pondok Pesantren Al Irfan dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Senin 22 Juni 2020. Kegiatan ini sekaligus memastikan kondisi kesehatan para santri agar tidak terpapar Covid19. Selain itu, ia menghimbau, agar pengurus ponpes serius dalam menyiapkan protokol kesehatan dalam penerimaan santriwan/wati baru dari luar daerah.  "Insyaallah mereka (santri) selalu diberi kesehatan. Kedepannya, untuk menerima santri baru, protokol kesehatannya harus sudah siap dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Mudah-mudahan ikhtiar ini akan menjadikan kita semua, terutama keluarga besar ponpes di Purwakarta terhindar dari Covid19," imbuh Anne. Senada dengan Bupati Anne, Pengurus Pondok Pesantren Al-Irfan Bachir Mukhlis mengatakan, pihaknya sudah sejak awal mengikuti perkembangan pandemi Covid19. Ia pun menyiapkan berbagai perlengkapan kesehatan, guna antisipasi penyebaran Covid19. "Dari awal kita sudah mengikuti perkembangan itu, kita sudah menyiapkan wastafel untuk mencuci tangan dan desinfektan, kita juga sudah melakukan penyemprotan berkala, baik itu di mesjid dan juga ponpes, majelis taklim semuanya," Jelasnya. Ia pun mengatakan, meski para santri yang berada di lingkungan ponpesnya itu susah dibendung dalam segala hal, namun pihaknya selalu mengutamakan kesehatan semuanya.  "Alhamdulillah semuanya sehat (santri), tapi memang para santri susah dibendung kalau memang sudah berada di pondok. Tetapi kita selalu menyiapkan protokol kesehatannya. Banyak yang dari luar kota dan alhamdulillah mereka sehat semua, ada yang sudah datang sejak 2 minggu lalu. Ada juga yang tinggal disini selama PSBB kemarin," ujarnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:41

Gugus Tugas Apresiasi Penyelenggaran Ibadah Dengan Protokol Kesehatan

Tim gugus tugas Covid-19 menyambut baik dan apresiasi kegiatan Dewan Masjid Indonesia (DMI) tentang penyelenggaraan kegiatan di rumah ibadah sesuai surat edaran Kemenkes Nomor 15 Tahun 2020. Ketua harian gugus tugas Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana mengatakan merujuk pada surat edaran tersebut ada kriteria yang harus dilakukan. Pihaknya pun bakal mengumpulkan Ketua DKM dari enam kecamatan yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Besok lusa semua akan kami minta ajukan izin pembukaan rumah ibadah. Sekarang baru ada dua untuk izin, yakni Masjid Baing Yusuf dan Masjid Nurul Huda di Munjul Jaya," ujarnya, Senin (15/6/2020). Tak hanya dua masjid itu, Iyus pun menyebut ada tempat ibadah gereja yang telah disetujui untuk buka kembali. Selanjutnya, pada hari ini Iyus mengatakan telah menyetujui perizinan pembukaan untuk masjid Almira untuk KM 97. "Terbaru ini Masjid Hayatul Hasanah dan gereja katolik Yos Sudarso, nanti masjid-masjid yang lain akan serentak ajukan permohonan izin untuk membuka," katanya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:37

Bupati Purwakarta Alokasikan DID Untuk Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keuangan yang diselenggarakan oleh Menteri Keuangan RI secara Virtual. Kegiatan ini sekaligus penyerahan piagam penghargaan atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tata kelola keuangan sebanyak 5 kali secara berturut-turut.   Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendapatkan raihan opini WTP 5 kali berturut-turut oleh BPK-RI Provinsi Jawa Barat. Didampingi Kepala Badan Keuangan dan Anggaran Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Asisten Daerah 1, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Purwakarta, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemkab Purwakarta. "Saya sebagai Bupati berterima kasih kepada semua pihak, kepala OPD, Pimpinan dan para Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, dan khususnya kepada BKAD beserta jajaran yang terus berupaya memperbaiki tata kelola keuangan Pemkab Purwakarta. Alhamdulillah WTP ini merupakan salah satu indikator untuk kita dalam menerima anggaran tambahan, yaitu Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 11.9 Milliar Rupiah, dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) termasuk di Kabupaten Purwakarta," Ujar Anne saat mengikuti Rakernas Keuangan di Bale Paseban, Sekretariat Kabupaten Purwakarta, Selasa (22/09/2020). Menurut Bupati Anne, selanjutnya DID ini akan digunakan untuk perbaikan pasar-pasar tradisional yang ada di Purwakarta. Seperti Pasar Citeko, Pasar Leuwipanjang, kemudian Pasar Wanayasa yang merupakan penopang perekonomian masyarakat Purwakarta. "Tidak lupa, kita akan mendorong pelaku usaha UMKM di Purwakarta dengan memberikan stimulus, dan memberikan bantuan baik itu berupa sarana dan pra-sarananya," Katanya. Selain dari sektor ekonomi, di sektor kesehatan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta sudah mengalokasikan anggaran untuk membangun 3 unit Saung Ambu. "3 Saung Ambu nantinya akan dibangun di Kecamatan Maniis yaitu di Desa Cirama Hilir, di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu, kemudian Desa Cihanjawar Kecamatan Bojong yang dilengkapi dengan adanya dokter, perawat dan bidan yang berjaga disana selama 24 jam. Pada intinya Penghargaan WTP ini harus berdampak terhadap pembangunan di Purwakarta," Jelas Anne. Kepala BKAD Purwakarta Norman Nugraha menambahkan, terkait pengelolaan keuangan daerah diharapkan bisa lebih baik lagi. Mengingat, raihan WTP ini merupakan implikasi terhadap DID yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. "Karena tadi seperti yang disampaikan ibu bupati, ketika kita mendapatkan raihan WTP, implikasinya yaitu terhadap DID yang sangat kita butuhkan saat ini. DID itu merupakan dana yang diberikan Pemerintah Pusat yang diberikan kepada Pemerintah Daerah yang mempunyai atau memiliki keunggulan dalam pengelolaan Keuangan, salah satunya dengan raihan opini WTP," Ucapnya. Ia berharap, implikasi pembangunan Pemkab Purwakarta saat ini dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat Purwakarta.   "Alhamdulillah dengan raihan 5 kali WTP secara berturut-turut, mudah-mudahan tahun depan kita mendapatkan DID kembali dari pemerintah pusat. Kemudian implikasi pembangunan yang diharapkan secara langsung dapat berdampak terhadap masayarakat kaitan dengan program-program yang dilaksanakan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," Imbuhnya

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:31

Konfirmasi Positif Terus Bertambah, Warga Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Jumlah warga yang terpapar Covid-19 masih fluktuatif, angkanya cenderung bertambah. Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 meminta warga tetap waspada dan disiplin terhadap protokol kesehatan dalam setiap aktifitas.   Hari ini, Jumat 18 September 2020, selain terjadi penambahan pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif sebanyak 3 orang, namun terdapat 2 orang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh oleh tim medis. Kini, terdapat 30 warga dengan status terkonfirmasi positif. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr Deni Darmawan, mengatakan, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 202 orang. "Hari ini ada yang dinyatakan sembuh sebanyak 2 orang. Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 163 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 9 orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 30 orang yang berstatus terkonfirmasi positif," ujar dr Deni, Jumat (18/9/2020). Menurutnya, ke-30 warga yang terkonfirmasi positif tersebut tersebar pada sejumlah kecamatan, diantaranya; 9 orang di Kecamatan Kota, 6 Jatiluhur, 1 Plered, 2 Pasawahan, 1 Tegalwaru, 2 BBC, 1 Campaka, 2 Cibatu, 1 Kiarapedes dan 5 orang di Kecamatan Bungursari. Kata dr Deni, Gugus Tugas juga tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai. "Data lainnya juga kami sampaikan, untuk warga yang berstatus kontak erat jumlahnya 98 orang. Dan warga yang berstatus suspek bertambah 1 orang, kini jumlahnya 31 orang dan probable 1 orang," tuturnya. Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Purwakarta untuk menghadapi situasi ini, Deni menyebutkan melalui pelacakan yang efektif, pelaksanaan manajemen klinis sesuai Permenkes nomor 413 tahun 2020, dan berkoordinasi dengan tim Covid-19 pusat juga provinsi.   Menutup, dia mengatakan, masyarakat diminta untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:27

Paparan Covid-19 Naik, Warga Diminta Lebih Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Selain karena tidak diberlakukannya lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan juga dianggap menjadi faktor bertambahnya jumlah orang yang terpapar pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Purwakarta.   Belum lagi, swab test massal yang dilakukan secara masif oleh instansi terkait juga menjadi hal yang dapat membantu mendeteksi siapa saja warga yang terpapar Covid-19. Hari ini, Rabu 19 Agustus 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta mencatat, terjadi penambahan pada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12 orang. "Terjadi penambahan jumlah pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif sebanyak 12 orang. Kini, jumlahnya menjadi 32 orang. Kemungkinan bertambah lagi, bisa saja, faktornya karena sudah tidak PSBB lagi, faktor masif swab juga bisa," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr Deni Darmawan, Rabu (19/8/2020). Menurutnya, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 123 orang. "Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 87 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 4 orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 32 orang yang berstatus terkonfirmasi positif," ujar dr Deni. Kata dr Deni, ke-32 warga terkonfirmasi tersebut, 13 orang diantaranya terdapat di Kecamatan Purwakarta, 4 orang di Jatiluhur, 1 Plered, 4 Tegalwaru, 1 Darangdan, 1 Bojong, 1 Wanayasa, 4 Babakan Cikao, 2 Campaka dan 1 di Kecamatan Bungursari. Kata dia, Gugus Tugas juga tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai. "Data lainnya juga kami sampaikan, untuk Kontak Erat jumlahnya bertambah 7 orang, kini jumlahnya menjadi 112 orang, Suspek tetap 18 orang dan Probable nihil," tuturnya. Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Purwakarta untuk menghadapi situasi ini, Deni menyebutkan melalui pelacakan yang efektif, pelaksanaan manajemen klinis sesuai Permenkes nomor 413 tahun 2020, dan berkoordinasi dengan tim Covid-19 pusat juga provinsi.   Menutup, dia mengatakan, masyarakat diminta untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19

Image
Selasa, 02 Februari 2021 09:22

Terapkan Protokol Kesehatan, Upacara HUT RI ke-75 di Purwakarta Berlangsung Khidmat

  Bencana non alam Covid-19 telah melanda lebih dari 200 negara, begitu pula dengan Kabupaten Purwakarta. Seluruh daya dan upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mempercepat penanganan penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Bupati Purwakarta di awal sambutannya dalam upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Purwakarta di Alun-alun Pasanggrahan Padjadjaran, Senin 17 Agustus 2020. "Upaya kita semua belum menunjukkan hasil yang memuaskan, karena pasien covid-19 masih menunjukkan angka yang fluktuatif. Oleh karenanya, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi pandemi covid-19 di Purwakarta," kata Ambu Anne. Sejalan dengan pesan Bupati Purwakarta tersebut, pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan dengan mentaati dan mematuhi protokol kesehatan. Petugas pengibar bendera pusaka tampak hanya pasukan inti saja yang berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri dari pembawa bendera, penggerek dan pembentang. Pembawa bendera Fara El Diba, Paskibraka Nasional Tahun 2019 dari SMAN 1 Purwakarta, Penggerek Adriansyah Aditya Paskibraka Purwakarta 2019 dari SMKN 1 Purwakarta dan Pembentang M Ibnu Hammami Paskibraka 2019 dari SMAN 1 Sukatani. di tempat terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta Agus Hasan Saepudin mengatakan, HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Purwakarta secara virtual bersama para pejabat esselon III dan IV Disporaparbud di kantornya. "Alhamdulillaah kegiatan pengibaran bendera merah putih pagi hari tadi berjalan sukses dan lancar. Kami sebagai pembina dan sekaligus penanggungjawab atas pembinaan petugas pengibar bendera sesuai perintah Bupati Purwakarta dan arahan pemerintah pusat maupun provinsi mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petugas pengibar, pelatih, orangtua dan kepala sekolah yang peserta didiknya terlibat dalam kegiatan ini," kata Agus. Secara khusus kami sampaikan terimakasih kepada para pelatih dan pengawas yang terdiri dari Serma Yogi Fajar dan Serda Diki Darmawan dari Yon Armed 9/2/1 Kostrad dan Serka M Suparman beserta Sertu Handri Widiarto dari Kodim 0619.   "Kami bersyukur para pelatih dan pengawas terus berupaya menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh rangkaian pelatihan dan pelaksanaan kegiatan ini. Semoga pelaksanaan penurunan bendera merah putih yang akan dilaksanakan sore nanti pun berjalan sukses dan lancar," ujarnya. (*)

Image
Rabu, 20 Januari 2021 15:51

Jumlah Ambulance di Purwakarta Belum Maksimal

Baru memiliki 66 armada ambulance, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mengatakan hal tersebut belum ideal dalam memaksimalkan pelayanan. Menurut Dinkes idealnya satu desa memiliki ambulance dan puskesmas memiliki dua ambulance. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono, mengatakan, 66 armada itu tersebar di desa dan puskesmas.  Untuk ambulance desa, jumlahnya baru 45 unit. Sedangkan, ambulans puskesmas baru 20 unit. Serta Pemadam Kebakaran 1 unit. "Bisa dikatakan belum ideal,dengan armada 66 unit," ujar Rudi, ketika ditemui di Purwakarta. Kamis (14/3/2019). Jika merujuk pada jumlah desa/kelurahaan di Purwakarta 192, menurutnya harus ada 192 armada, adapun untuk hari ini berjumlah 45 unit dan dikelola oleh pihak desa. Adapun untuk jumlah puskesmas yang ada di Purwakarta ada 20 titik. Padahal angka ideal untuk puskesmas harus memiliki 2 unit  Ambulance, menurut Rudi dua unit tersebut merujuk apabila salah satu ambulance dipakai contohnya apabila dipakai untuk membawa pasien ke luar Purwakarta. "Kalau ada permintaan dari warga tidak bingung apabila mencari armada tersebut, bisa diaktakan satunya lagi siaga kendaraan tersebut," ujar Rudi. Angka ideal unit ambulance, menurut Rudi berdasarkan soal pengaduan kesehatan dari masyarakat, baik melalui Diskominfo melalui call center 112 ataupun langsung melalui Dinas Kesehatan. karena hampir 90 % pengaduan layanan kesehatan diantaranya kebutuhan akan ambulance. Untuk memaksimalkan pelayanan tersebut, pada 2019 ini pihaknya mengusulkan untuk penambahan ambulans. Adapun usulannya, sebesar Rp 2,1 miliar untuk membeli tujuh unit ambulans baru. Ambulans yang diusulkan itu, sudah termasuk fasilitas kesehatan. Seperti, blankar, tabung oksigen dan lainnya. "Kita sudah usulkan, tetapi usulan tersebut disetujui atau tidak kami kurang tahu, karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujar Rudi. Rudi menjelaskan banyaknya keluhan masyarakat dalam layanan ambulance desa, dirinya menjelaskan kewenangannya ada di pemerintahan desa setempat. Sebab, ambulans tersebut sudah dihibahkan dari sekertariat daerah ke pemerintahan desa. "Pemeliharaan sampai mengurus pajak ambulansnya, hal itu sudah jadi kewenangan pemerintah desa setempat. Jika, ambulans yang ada di puskesmas, hal itu baru menjadi kewenangan pihaknya," jelas Rudi. Banyaknya laporan terkait permintaan kepada Diskominfo, Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, mengatakan, pihaknya mengusulkan supaya ada satu ambulans yang siaga di depan kantor Diskominfo. Alasannya, selama ini pengaduan masyarakat, langsung tersentral ke ogan lopian yang dikelola oleh instansi ini. "Kami, sering kesulitan koordinasi untuk meminjam ambulans. Padahal, warga mengeluhnya ke kami. Jadi, kami usulkan minta satu ambulans yang siaga di Diskominfo," ujarnya. Adapun selama ini menurut Hendra yang responsif dari dari Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. Ketika, sopir ambulans yang lain nomor hp-ny tidak aktif, sopir ambulans Desa Kembangkuning selalu on 24 jam. "Saat kami hubungi tengah malam juga, Abah Engkong Efa sopir ambulansnya selalu siap. Kami, sangat terbantu dengan sopir seperti abah ini," jelas Hendra. (*)

Image
Rabu, 20 Januari 2021 15:35

Ada Peningkatan Suspect DBD, Dinas Kesehatan Purwakarta Minta Warga Proaktif Lingkungan

Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, mewaspadai adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan menurut pantauan dari pihak Dinas Kesehatan, terdapat 76 orang tersuspect DBD dan jumlah ini meningkat dari 2018. "Masih diduga dan belum positif 76 orang ini apakah memang terkena DBD atau bukan, yang pasti pancaroba seperti ini ya harus mulai waspada juga," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta Muh Zubaedi, Rabu (23/1/2019). Peningkatan tersebut berdasarkan data 2018 lalu, Setidaknya ada 263 orang di Purwakarta yang memiliki gejala demam berdarah. Sedangkan untuk Bulan Januari 2018, Zubaedi menyebut hanya ada 30an orang yang dilaporkan DBD. "Mungkin karena cuaca saat ini lebih ekstrim dibandingkan tahun lalu. Tapi tidak ada laporan DBD yang mengakibatkan kematian," ucapnya. Pada awal tahun ini, yang paling banyak warganya terdeteksi gejala DBD ialah di Kecamatan Bungursari dan Pasawahan, yang didominasi oleh orang dewasa. Sedangkan pada 2018, wilayah Kecamatan Munjul lah yang paling banyak terdeteksi gejala DBD. Wilayah yang berpotensi menjadi penyebaran DBD itu di area perkotaan, padat penduduk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kurang. "Adanya genangan air, jarang melakukan gerakan menutup, menguras, dan mengubur (3M). Oleh karena itu masyarakat sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan," ujarnya.  Dirinya meminta agar masyarakat, untuk terus menjaga kondisi lingkungan khususnya sekitar rumah, karena memasuki pancaroba jentik nyamuk DBD mudah berkembang cepat. "Ada peningkatan, karena perubahan cuaca saat ini yang kadang panas dalan waktu lama, terus hujan tiba-tiba. Keadaan itu bisa menjadi penyebab hidupnya jentik nyamuk," ujarnya. Dinkes pun telah mengirimi surat ke semua rumah sakit maupun Puskesmas di wilayah Purwakarta. Untuk sosialisasi melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terutama di lingkungan masyarakat. Seperti halnya melakukan: menutup, menguras, dan mengubur (3M) secara rutin. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu gerakan satu rumah satu Jumantik (G1R1J), disarankannya untuk kembali dioptimalkan untuk mengurangi jumlah kasus DBD. "Pengurangan kasus DBD yang paling efektif itu ialah masyarakatnya sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan, peka terhadap kondisi lingkungannya," kata Zubaedi. Adapun fogging focus itu adalah tahap terakhir dari pihaknya untuk memberantas nyamuk. Sebab, pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri, menurutnya adalah langkah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah kasus DBD. "Kesadaran masyarakat perlu, untuk pencegahannya," ucapnya. Sementara ini terdapat 40 petugas yang mewakili seluruh Puskesmas di Purwakarta itu nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain tugasnya pun memantau warga secara berkala, khususnya daerah yang memiliki potensi berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. "Kita terus tingkatkan sosialisasinya, bahkan pokja ataupun petugas terus kita kerahkan untuk segera lakukan pemantauan," kata dia. (*)